Masalah dalam Pembelajaran Matematika
https://habibmatematika.blogspot.com/2021/02/masalah-dalam-pembelajaran-matematika.html
Dalam pembelajaran matematika, siswa terbiasa dengan menyelesaikan soal-soal, dari yang kategori mudah sampai dengan kategori sukar. Soal seringkali disamakan dengan masalah. Dalam matematika tidak setiap soal dapat dikategorikan sebagai masalah. Masalah dalam pembelajaran matematika mempunyai karakteristik tertentu.
masalah dalam matematika
adalah suatu soal yang didalamnya tidak terdapat prosedur rutin yang dengan
cepat dapat digunakan untuk menyelesaiakan masalah dimaksud”. Dengan demikian
suatu masalah haruslah berupa persoalan yang tidak rutin sehingga dalam
penyelesaiannya dituntut adanya kreatifitas, keaslian, dan pengambilan
keputusan tentang rumus atau algoritma mana yang digunakan.
Masalah bukan sekedar
soal-soal yang lazim, yang penyelesaiannya secara mekanistik dan rutin. Masalah
merupakan soal yang belum pernah diselesaikan, namun konsep yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut
telah dajarkan dan dipahami akan tetapi tidak begitu saja diterapkan. Dalam
penyajian masalah kepada siswa juga perlu diperhatikan kesesuaian masalah
dengan kemampuan dan kesiapan siswa.
Masalah tidak selalu merupakan persoalan yang
sulit. Suatu soal tertentu mungkin merupakan maslaah bagi siswa Sekolah Dasar,
Namun bukan merupakan masalah bagi siswa SMP.”Berarti salah satu ciri yang
melekat pada masalah, adalah kebaruan soal tersebut. Suatu
soal dari kehidupan sehari-hari dapat menjadi maslaah bagi siswa bila
diformulasokan dengan tepat.
Permasalahan yang muncul di dalam
pemelajaran harus diselesaikan (dicari jawabannya) oleh siswa selama proses
belajarnya. Penyelesaian masalah sendiri dapat dilakukan secara mandiri maupun
secara berkelompok.
Masalah yang dirancang dengan baik
akan mengembangkan pemahaman siswa pada pembangunan gagasan-gagasan matematika.
Dengan demikian, pembelajaran pemecahan masalah, berawal dari masalah yang baru
dari siswa, diikuti masalah-maslaah selanjutnya.
Dalam pembelajaran melalui pemecahan masalah,
peran guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pemotivasi siswa. Karena
masalah (soal) yang diberikan atau yang ada dalam buku siswa itu merupakan soal
(masalah) yang jawabannya tidak tunggal, maka kejelian guru dalam mengevaluasi
hasil belajar sangat ditekankan.untuk menilai hasil belajar pemecahan masalah
tidak cukup hanya sekali ujian tulis pada akhir kegiatan. Diperlukan penilaian
yang berkelanjutan, misalnya melalui kuis, tugas rumah, dan pembuatan jurnal
(proyek). Dan yang tidak kalah penting adalah pengamatan terhadap perilaku
siswa selama proses pembelajaran berlangsung, kususnya dalam diskusi kelompok.



