Masalah dalam Pembelajaran Matematika


Dalam pembelajaran matematika, siswa terbiasa dengan menyelesaikan soal-soal, dari yang kategori mudah sampai dengan kategori sukar. Soal seringkali disamakan dengan masalah. Dalam matematika tidak setiap soal dapat dikategorikan sebagai masalah. Masalah dalam pembelajaran matematika mempunyai karakteristik tertentu.

masalah dalam matematika adalah suatu soal yang didalamnya tidak terdapat prosedur rutin yang dengan cepat dapat digunakan untuk menyelesaiakan masalah dimaksud”. Dengan demikian suatu masalah haruslah berupa persoalan yang tidak rutin sehingga dalam penyelesaiannya dituntut adanya kreatifitas, keaslian, dan pengambilan keputusan tentang rumus atau algoritma mana yang digunakan.

Masalah bukan sekedar soal-soal yang lazim, yang penyelesaiannya secara mekanistik dan rutin. Masalah merupakan soal yang belum pernah diselesaikan, namun konsep yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut telah dajarkan dan dipahami akan tetapi tidak begitu saja diterapkan. Dalam penyajian masalah kepada siswa juga perlu diperhatikan kesesuaian masalah dengan kemampuan dan kesiapan siswa.
Masalah tidak selalu merupakan persoalan yang sulit. Suatu soal tertentu mungkin merupakan maslaah bagi siswa Sekolah Dasar, Namun bukan merupakan masalah bagi siswa SMP.”Berarti salah satu ciri yang melekat pada masalah, adalah kebaruan soal tersebut. Suatu soal dari kehidupan sehari-hari dapat menjadi maslaah bagi siswa bila diformulasokan dengan tepat. 

Permasalahan yang muncul di dalam pemelajaran harus diselesaikan (dicari jawabannya) oleh siswa selama proses belajarnya. Penyelesaian masalah sendiri dapat dilakukan secara mandiri maupun secara berkelompok.
Masalah yang dirancang dengan baik akan mengembangkan pemahaman siswa pada pembangunan gagasan-gagasan matematika. Dengan demikian, pembelajaran pemecahan masalah, berawal dari masalah yang baru dari siswa, diikuti masalah-maslaah selanjutnya.

Dalam pembelajaran melalui pemecahan masalah, peran guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pemotivasi siswa. Karena masalah (soal) yang diberikan atau yang ada dalam buku siswa itu merupakan soal (masalah) yang jawabannya tidak tunggal, maka kejelian guru dalam mengevaluasi hasil belajar sangat ditekankan.untuk menilai hasil belajar pemecahan masalah tidak cukup hanya sekali ujian tulis pada akhir kegiatan. Diperlukan penilaian yang berkelanjutan, misalnya melalui kuis, tugas rumah, dan pembuatan jurnal (proyek). Dan yang tidak kalah penting adalah pengamatan terhadap perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, kususnya dalam diskusi kelompok.

Related

Pembelajaran Matematika 5528646359564384771

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow us !

Blogger news

Trending

Arsip Berita

Tayangan

Tabs

item