UPAYA MENINGKATKAN HOTS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PBL


Higher Order Thinking Skill
(HOTS) adalah sebuah kemampuan yang akhir-akhir ini menarik dan menjadi perhatian serius dalam pembelajaran. HOTS merupakan kemampuan berpikir yang terdiri atas berpikir kritis, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah. HOTS merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan dan era global yang semakin kompleks. Oleh karena itu, HOTS harus dikembangkan dalam proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika.

Dalam pembelajaran matematika, penekanan pada Higher Order Thinking Skill (HOTS) menjadi hal yang sangat esensial. Proses pembelajaran matematika yang telah berjalan selama ini masih berfokus pada pemahaman konseptual dan ketrampilan prosedural. Pembelajaran masih pada masalah-masalah yang sifatnya rutin. Guru menyampaikan materi, memberikan contoh soal dan penyelesaianya, dan diakhiri dengan latihan soal rutin. Masih agak kurang siswa memperoleh pengalaman dalam penyelesaian masalah-masalah yang tidak rutin, masalah yang memerlukan penalaran dan kemampuan berpikir kritis, baik dalam hal menganalisis, mengevaluasi, maupun mengkreasi.

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill) ini dirasakan masih sangat diperlukan penekanan dan peningkatan levelnya. Kenyataan menunjukkan bahwa HOTS siswa dalam pembelajaran matematika masih dalam kategori rendah. Data hasil penelitian TIMSS tahun 2011 menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor siswa Indonesia berada di bawah rata-rata skor Internasional dan berada pada peringkat 38 dari 45 negara yang menjadi obyek penelitian . Studi internasional lainnya yang mengukur kemampuan matematika siswa usia 15 tahun adalah PISA. Hasil penelitian PISA tahun 2015 menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia, menempatkan kemampuan matematika pelajar Indonesia ada di peringkat ke-63 dari 72 negara.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa model problem based learning (pembelajaran berbasis masalah) dapat meningkatkan kemampuan siswa pada higher order thinking skill (ketrampilan berpikir tingkat tinggi). Penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Siswa berpersepsi bahwa melalui pembelajaran berbasis masalah, materi matematika menjadi mudah dipahami. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Problem based learning dapat meningkatkan higher order thingking skill siswa yaitu ketrampilan creating, problem solving, evaluating, analysing, dan critical thingking.

Pembelajaran berbasis masalah (Problem based learning), merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Problem based learning adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah.Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang dirancang agar siswa mendapat pengetahuan penting, yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Karakter masalah yang digunakan dalam model  Problem Based Learning haruslah memenuhi kriteria: kompleks (complex), struktur tidak jelas (ill structured), terbuka (open ended problem), otentik (authentic).

Pembelajaran berbasis masalah (Problem based learning) terdiri dari beberapa fase. Fase-fase tersebut adalah Mengorientasikan siswa kepada masalah, mengorganisasikan siswa, membimbing penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Dalam pembelajaran matematika berbasis masalah (problem based learning) ini, pembelajaran berangkat dari masalah yang kontekstual, menarik, dan tidak terstruktur. Siswa-siswa menggali informasi untuk memecahkan masalah yang tidak rutin baik secara individu maupun dalam kelompok. Dengan model problem based learnig (pembelajaran berbasis masalah) ini siswa bekerja sama dan berdiskusi dalam kelompok, sehingga dapat saling berbagi informasi dan metode menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

Related

Pembelajaran Matematika 26892312729107298

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow us !

Blogger news

Trending

Arsip Berita

Tayangan

Tabs

item